Kaukus17++ Jalan Lain Menuju Demokrasi - Another Democracy is Possible
Halaman Depan > Profil Forum Warga 

Sommaci Cimahi

Alamat
Jl. Kebon Kembang, Gandawijaya, Cimahi, Jabar
Pengurus
Sejarah Singkat

Solidaritas Masyarakat Miskin Cimahi (SOMMACI) didirikan pada tanggal 26 Juni 2007 dan dideklarasikan dua hari setelahnya oleh 10 lembaga/organisasi/komunitas di Kota Cimahi, Jawa Barat sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan kemiskinan di daerah tersebut. SOMMACI sebagai forum warga memiliki tujuan untuk mempengaruhi pembuatan kebijakan pemerintah daerah, terutama berkaitan dengan bidang pendidikan dan kesehatan.

Komunitas/organisasi yang ikut mendirikan SOMMACI adalah SOWAK (Solidaritas Warga Kihapit), PPM (Persatuan Pedagang Maria), PPD Cimut (Persatuan Pengemudi Delman Cimahi Utara), PERBEK (Persatuan Becak), FORMAGOM (Forum Masyarakat Gombong), Kelompok Mikro Kredit (KMK). Komunitas ini mendapatkan dukungan IPTI dan kalangan akademisi serta organisasi masyarakat sipil lainnya yang ada di Cimahi.

Selain berupaya untuk mempengaruhi kebijakan, SOMMACI juga memfokuskan kegiatannya pada upaya untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan komunitas yang menjadi anggotanya. Advokasi yang pernah dilakukan SOMMACI di antaranya adalah memperjuangkan akses bagi masyarakat miskin di bidang Kesehatan dan Pendidikan dengan dua pendekatan. Pertama mempengaruhi kebijakan local seperti dalam pembuatan Perda Transparasi, RPJMD Cimahi, me-review Perda yang berkaitan dengan Pendidikan dan Kesehatan dan sebagainya. Pendekatan kedua adalah dengan melakukan penanganan kasus yakni membebaskan atau memperingan biaya pendidikan maupun kesehatan.

Visi dan Misi
Visi SOMMACI sebagai forum warga adalah “Mendorong Terjadinya Proses Demokratisasi Bagi Warga Cimahi Dalam Kerangka Membangun Kesejahteraan Bersama.”

Forum meyakini visi tersebut dapat tercapai paling tidak melalui misi yang akan dijalankan SOMMACI, yaitu:
·    Membuka akses informasi bagi warga melalui berbagai aktivitas untuk peningkatan pengetahuan dan kapasitas
·    Alat perjuangan hak-hak demokratik warga, terutama hak-hak kelompok miskin yang termarginalkan dari proses-proses pembangunan
·    Media aspirasi warga untuk terlibat secara aktif dalam proses-proses pembangunan

Tujuan
Tujuan didirikannya SOMMACI  adalah memperjuangkan hak-hak dasar warga miskin Cimahi untuk menuju  kesetaraan dan keadilan sosial dalam kerangka kepemerintahan yang baik dan bersih (good and clean governance). Diharapkan, melalui SOMMACI, kelompok miskin di Cimahi dapat mengorganisir diri dalam memperjuangkan aksesnya terhadap pemenuhan hak-hak dasar warga.

Pengalaman

Sejak dideklarasikan, SOMMACI telah melakukan berbagai aktivitas yang mencakup; a) konsolidasi forum/organisasi,  b) penguatan kapasitas pengurus dan anggota SOMMACI, c) pelayanan advokasi untuk akses kesehatan dan pendidikan bagi warga miskin di Cimahi, d) aktiv dalam diskusi kebijakan di Cimahi, serta e) pengembangan jejaring kerja.

A. Konsolidasi

Fokus utama dalam konsolidasi forum adalah menata sistem dan manajemen forum agar organisasi bisa berjalan mencapai tujuannya. Penataan mencakup kegiatan pengembangan aturan main forum, penyusunan rencana kerja, koordinasi, evaluasi, dan pengembangan sistem komunikasi dengan komunitas anggota SOMMACI. Aktivitasnya mencakup:

  • Rapat kerja tahunan untuk pengembangan program dan kegiatan SOMMACI
  • Rapat koordinasi rutin antara pengurus yang dilakukan minimal setiap 3 bulan sekali untuk melakukan evaluasi atas realisasi rencana kerja.
  • Penguatan kelompok basis (komunitas) melalui berbagai kegiatan seperti diskusi komunitas, kunjungan dan silaturahmi pengurus.
  • Refleksi periodik yang dilakukan minimal satu tahun sekali untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian program dengan perkembangan terkini yang terjadi di Cimahi.
  • Gempungan, sebagai forum tertinggi untuk pertanggung jawaban pengurus kepada anggota yang dilakukan setiap 3 tahun di akhir masa jabatan pengurus SOMMACI. Tahun ini SOMMACI akan melakukan Gempungan yang pertama pada bulan November 2010.
  • Penandatanganan MoU antara SOMMACI dan ITPI sebagai lembaga pendamping.  Mou tersebut menjadi bukti komitmen dari kedua belah pihak untuk melakukan perubahan sosial di Cimahi. ITPI sebagai lembaga pendamping memberikan dukungan penuh bagi pelaksanaan kegiatan SOMMACI. Sedangkan SOMMACI sendiri memberikan komitmen penuh untuk mewujudkan visi dan misinya dalam perjuangan hak-hak warga miskin dan marginal di Cimahi.
  • Fasilitasi  pengorganisasian di level komunitas, seperti di komunitas Gombong (Formagom), pembentukan koperasi perempuan di Gombong.
  • Fasilitasi ujicoba kegiatan ekonomi, baik atas inisiatif komunitas maupun dnegan dukungan pihak pemerintah, seperti pembentukan koperasi perempuan di komunitas Gombong (KHARISMA), pembentukan koperasi di komunitas delman (Koperasi At Taqwa), pendampingan Misykat (Majelis Nurul Asri dan Majelis Siti Aisyah), pembentukan koperasi Sabilulungan, pengembangan program Gapoktan,dll.

B. Penguatan Kapasitas Pengurus dan Anggota SOMMACI
Untuk dapat mengembangkan organisasi yang kuat dan dapat mencapai tujuannya, dibutuhkan dukungan kapasitas yang memadai dari pengurus dan anggotanya. Terlebih SOMMACI sebagai wadah perjuangan untuk pemenuhan hak-hak dasar kelompok akar rumput, tidak hanya membutuhkan komitmen dan dukungan kuat dari anggotanya tetapi juga menuntut adanya kapasitas yang memadai dari seluruh komponen organisasi agar dapat menjalankan peranannya secara efektif.  Oleh karena itu, penguatan kapasitas menjadi fokus perhatian SOMMACI selama tiga tahun ini. Kegiatan penguatan kapasitas yang diikuti SOMMACI di antaranya adalah:

  • Studi Banding Ke Solidaritas Masyarakat Pinggiran Surakarta (SOMPIS) untuk belajar dari organisasi sejenis di Solo. Hal penting yang dipelajari pengurus SOMMACI dari SOMPIS adalah membangun komitmen pengurus dan anggota terhadap forum, pengembangan strategi advokasi, pengembangan database anggota, dan kendala-kendala dalam pengembangan forum.
  • Jambore Forum Warga; Jambore Forum Warga 2008 diselenggarakan oleh Kaukus 17 ++ yang merupakan jaringan forum warga  Indonesia.  Jambore ini menjadi ajang berkumpulnya pegiat forum warga  dari berbagai daerah di Indonesia. Pada kesempatan tersebut SOMMACI mengirimkan tiga orang wakilnya.  Kegiatan ini memberikan pembelajaran penting pada SOMMACI dalam hal: 1) Memperjelas konteks gerakan SOMMACI di tengah gerakan forum warga secara nasional. SOMMACI tidak berjalan sendirian. Di daerah lain ada banyak kegiatan sejenis dilakukan warga dengan visi dan tujuan yang sama yaitu mendapatkan hak-hak dasar yang lebih baik; 2) Meningkatkan kepercayaan diri dalam pengelolaan SOMMACI karena menjadi bagian dari gerakan warga yang lebih besar; 3) Mengenal jaringan forum warga yang lebih luas. SOMMACI mendapatkan informasi yang sangat kaya mengenai berbagai bentuk dan jenjang forum warga; 4) Mengetahui lebih jauh tentang hambatan dan peluang pengembangan forum warga; 5) Mengetahui perbedaan setting forum warga di daerah perkotaan dan perdesaan. Perbedaan setting menyebabkan perbedaan cara dalam pengelolaan dan pengembangan forum. Perbedaan ini menjadi penting untuk disadari dan dipahami karena SOMMACI tidak bisa serta merta menerapkan pengalaman dari daerah lain.  Harus dilakukan penyesuaian dengan kondisi dan kebutuhan sendiri.
  • Pelatihan pengorganisasian, teknik-teknik kerja pengorganisasian, dan pendekatan berasis hak sebagai dasar perjuangan mendapatkan akses. Pelatihan ini dilakukan karena ada kebutuhan dari pengurus dan anggota SOMMACI untuk meningkatan pengetahuan dan keterampilan pengorganisasian. Metode yang digunakan pada pelatihan ini adalah diskusi dan simulasi agar peserta dapat lebih memahami  setiap tema.
  • Kajian Perda No. 4 Tahun 2007 tentang Penyelengaraan Pelayanan Pendidikan di Kota Cimahi. Kajian dilakukan dalam dua tahapan, yaitu: melalui diskusi internal membahas perda pendidikan dan mini Mini workshop kajian perda.  Tujuannya adalah 1) Memberikan pendidikan politik kepada warga untuk mengetahui kebijakan-kebijakan pemerintah terkait dengan pelayanan pendidikan di Cimahi; 2) Memberikan pemahaman kepada warga tentang perda pendidikan sebagai payung hukum dan komitmen pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan di Cimahi.; 3) Mendorong efektifitas pelaksanaan perda pendidikan di Cimahi dengan menjadikan perda tersebut sebagai alat kontrol dan alat tagih bagi warga maupun bagi pemerintah dan pihak lain yang terkait dengan penyelenggaraan pendidikan di Cimahi. Narasumber dalam kegiatan ini adalah anggota DPRD dari Komisi D dan akademisi juga penasihat dari organisasi Pedagang Maria untuk memberikan kritisi tentang kekuatan an kelemahan perda pendidikan, teknis memahami perda, serta teknis memanfaatkan perda sebagai alat tagih pelayanan bagi masyarakat.

C. Advokasi
Kerja-kerja advokasi yang dilakukan  SOMMACI berfokus pada advokasi nonligitasi bagi penguatan akses kelompok miskin terhadap pelayanan pendidikan dan kesehatan, termasuk di dalamnya adalah penanganan kasus-kasus pelayanan dan upaya untuk mempengaruhi kebijakannya. Kegiatan yang dilakukan adalah:

  • Akses pelayanan kesehatan sekitar 150 kasus meliputi pembebasan biaya berobat, pengurangan biaya berobat, perolehan kartu jamkesmas.
  • Akses pelayanan pendidikan sekitar 20 kasus meliputi pembebasan biaya sekolah, keringanan biaya sekolah, bantuan beasiswa.

D. Pengembangan Jejaring Kerja (Networking)

  • SOMMACi sebagai organisasi akar rumput, tentunya tidak bisa berdiri sendiri. Dalam perjalanan mengemban misi dan tugasnya, SOMMACI membutuhkan dukungan dan kerja sama dengan lembaga lain, baik yang ada di Cimahi, maupun di luar Cimahi dalam berbagai level baik lokal maupun nasional. Aktivitas jaringan meliputi:
  • Mengikuti Lokakarya Kesiapan Stakeholders menghadapi Pilkada Cimahi yang diselenggarakan oleh Unjani. Pada kegiatan tersebut ITPI terlibat aktif dalam penyusunan rekomendasi atas peran dan fungsi pemerintah dalam PILKADA serta memberikan kontribusi dalam proses penyusunan kebijakan pelaksanaan PILKADA.
  • Memberikan dukungan solidaritas terhadap kegiatan peringatan 2 tahun longsornya TPA Leuwigajah yang diselenggarakan oleh koalisi beberapa LSM di Cimahi. Pada pertemuan tersebut, ITPI juga dapat berkenalan dengan aktivis lain, teurtama aktivis lingkungan hidup.
  • Menghadiri dialog publik “Peduli Jabar” yang diselenggarakan KAMMI Jabar dalam rangka merespons Pilgub April 2008. Diharapkan selain untuk memperluas jaringan aktivitas ini dapat menjadi langkah awal dalam memperluas gerakan warga, tidak hanya di level kota Cimahi tetapi hingga ke level propinsi.
  • Menjadi narasumber lokal untuk pelatihan Third Training Programme on Capacity Building for Poverty Reduction (TCTP). Pada 3 Desember 2007 CESS, sebuah NGO di Jakarta menyelenggarakan TCTP dengan peserta dari beberapa negara Asia dan Afrika.

Pengembangan Komunikasi Politik Warga (Deliberative Forum)
SOMMACI adalah organisasi warga yang membutuhkan dukungan berbagai pihak, terutama pemerintah yang memiliki akses sumberdaya yang dibutuhkan anggota SOMMACI. Oleh karena itu, SOMMACI harus memiliki hubungan yang baik dalam posisi kemitraan dan strategis bagi kedua belah pihak. Komunikasi yang dibangun ada dalam koridor yang santun, membangun, dan tetap kritis dalam konteks tata kepemerintahan yang demokratis dan partisipatif. Komunikasi yang sudah dilakukan SOMMACI di antaranya:

  • Komunikasi dengan DPRD, melalui berbagai kegiatan diskusi dan dialog interaktif . Serial diskusi dengan DPRD lebih banyak difokuskan pada persoalan pelayanan pendidikan dan kesehatan. Anggota DPRD banyak yang memberikan bantuan dalam penanganan kasus-kasus. Selama tahun 2008 tercatat  ada empat kali dialog tentang pelayanan pendidikan dan kesehatan bersama Komisi D, satu kali diskusi tentang anggaran dan proses penganggaran, serta dua kali diskusi tentang perda pendidikan.
  • Komunikasi dengan organisasi lain di Cimahi, dalam bentuk aktif mengikuti kegiatan kelompok lain yang memiliki kesamaan visi perjuangan dengan SOMMACI, seperti: Menghadiri undangan-undangan pertemuan, rapat, peresmian, dan pembukaan kegiatan yang dilakukan oleh lembaga lain (Lentera, Bitari, Forwatch, dll.); Mengikuti kegiatan outbond dan buka puasa bersama untuk anak-anak yang diselenggarakan Universitas Jendral Ahmad Yani (Unjani). Pada dua kesempatan tersebut  SOMMACI mengirimkan 250 anak dari anggota SOMAMCI. Bagi anak-anak sendiri kesempatan tersebut merupakan pengalaman yang menyenangkan dan menambah pengetahuan tentang kerja tim dan motivasi. Rencananya kegiatan outbond akan menjadi kegiatan rutin antara SOMAMCI dan Unjani
  • Mengikuti dialog yang diselenggarakan Forum Silaturahmi Warga Cipageran  Asri  untuk membahas APBD. Pada pertemuan tersebut diketahui adanya sisa anggaran yang belum diserap oleh kegiatan pembangunan. Hal ini menjadi peluang bagi SOMMACI untuk mencoba mengakses sisa anggaran tersebut. Namun sayang kesempatan ini belum dimanfaatkan secara optimal.
  • Membangun komunikasi dengan Pemerintah Kota Cimahi, dalam bentuk terlibat aktif dalam kegiatan pemerintah, terutama dalam kegiatan perencanaan partisipatif, seperti musren. Momentum penting bagi SOMMACI dalam komunikasi politik adalah dengan dilibatkannya SOMMACI dalam proses penyusunan dan diskusi Perda KIBBLA bersama Dinas Kesehatan. Pelibatan ini juga menjadi awal terbangunnya hubungan yang lebih baik antara SOMMACI dan Dinas Kesehatan Cimahi.
  • Membangun komunikasi dengan media lokal. SOMMACI menjadi salah satu sumber penting dalam pemberitaan. Bagi SOMMACI sendiri, media juga memberikan kontribusi cukup penting bagi sosialisasi keberadaan SOMMACI sebagai basis gerakan kelompok miskin untuk mendapatkan hak-hak dasarnya juga untuk membantu SOMMACI melakukan tekanan. Selama tahun 2008 SOMMACI beberapa kali diundang talkshow di radio lokal dengan tema pelayanan pendidikan, khususnya mengenai penerimaan murid baru; isu tentang DPRD yang sering rapat di luar kota, serta isu korupsi. Media cetak juga beberapa kali memuat berita kegiatan SOMMACI juga memuat pandangan dan ide SOMMACI berkaitan dengan pelayanan publik. Bahkan juga turut melakukan tekanan kepada Pemerintah dengan pemberitaan tentang  adanya sekolah yang menolak siswa dari keluarga miskin. Pemberitaan ini cukup efektif bagi penyelesaian masalah. Hubungan mutualisma ini harus terus dijaga dan dirawat agar saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.
  • Menjadi anggota jaringan Kaukus 17++, sebuah jaringan nasional forum warga yang memiliki fokus pada penguatan gerakan dan kapasitas forum warga dalam konteks pemenuhan hak.

Tantangan
Dalam perjalanannya, SOMMACI menghadapi berbagai tantangan. Pada satu sisi, tantangan tersebut  potensial menghambat gerak dan aktivitas SOMMACI. Namun, pada sisi lain, tantangan yang menghadang justru menguatkan motivasi dan memunculkan inovasi dalam pengelolaan organisasi. Tantangan bagaimanapun tetap mendewasakan SOMMACI. Beberapa tantangan yang harus segera diatasi dan dicarikan jalan keluarnya adalah:

  • Daya tahan anggota dan pengurus SOMMACI untuk tetap berada dalam jalur perjuangan pemenuhan hak dasar. Di tengah situasi yanng serba sulit dan desakan kebutuhan untuk bisa bertahan hidup akan sangat sulit bagi pengurus dan anggota SOMMACI untuk tetap berada dalam ”khitah” perjuangan. Pegiat SOMMACI harus membagi konsentrasi dan perhatiannya terhadap kebutuhan pribadi (rumah tangga) dan kebutuhan organisasi. Sementara kebertahanan organisasi ada di tangan anggotanya sendiri bukan di pihak lain. Kondisi ini menjadi satu tantangan tersendiri bagi pegiat SOMMACI.
  • Kaderisasi menjadi tuntutan cukup mendesak bagi SOMMACI agar bisa bertahan dan tetap eksis dalam gerakan sosial di Cimahi. Saat ini, kepengurusan SOMMACI berada pada tangan para senior. Kelompok muda relatif sedikit yang aktif di SOMMACI.  Kondisi ini potensial mendatangkan krisis kader pada SOMMACI.
  • Media dan mekanisme komunikasi antar anggota SOMMACi maupun antara anggota dan pengurus masih harus terus ditingkatkan. Gagasan pengembangan media komunikasi dalam bentuk buletin sedang dirintis. Namun, keberlanjutan media ini kembali sangat bergantung pada dukungan anggota yang akan mengelola dan memberikan suplai informasi. Pertemuan rutin dengan komunitas saat ini juga sudah mulai berkurang jumlahnya.
  • Kapasitas komponen pilar SOMMACI harus terus menerus ditingkatkan agar dapat merespons perkembangan terkini di arena partisipasi serta perjuangan pemenuhan hak warga. Tanpa pengetahuan yang memadai akan sangat sulit bagi warga untuk membangun komunikasi yang setara  dengan  berbagai pihak.

Musyawarah Nasional Kaukus17++
Kirimkan SMS anda ke:
08180-438-9000
dgn diawal kata:
kaukus <spasi> isi pesan anda

15/7/10 15:44 : 628180438XXXX :
Terimakasih atas sms anda

15/7/10 15:44 : 628180438XXXX :
Terimakasih atas sms anda

15/7/10 15:43 : 628180438XXXX :
Terimakasih atas sms anda

15/7/10 15:43 : 628180438XXXX :
Terimakasih atas sms anda

15/7/10 15:30 : 628180438XXXX :
Terimakasih atas sms anda

15/7/10 15:30 : 628180438XXXX :
Terimakasih atas sms anda

15/7/10 15:29 : 628180438XXXX :
Terimakasih atas sms anda

15/7/10 15:29 : 628180438XXXX :
Terimakasih atas sms anda

15/7/10 15:28 : 628180438XXXX :
Terimakasih atas sms anda

15/7/10 15:28 : XXXX :

arsip sms syndicate sms
25 Jan 12 » ipZXgLuMmYJK
CFKhCy , [url=http://sqgodwpenipi.com/]sqgodwpenipi[/url], [link=http://iifjzxuzckcm.com/]iifjzxuzckcm[/link], http://zowrllexeeac.com/
25 Jan 12 » qawjsdnsziPWKCnZ
LT50EN <a href=\"http://gfrvvmumlakd.com/\">gfrvvmumlakd</a>
24 Jan 12 » JrKDWlvlsOk
xy7Oac <a href=\"http://xrxklsmwchep.com/\">xrxklsmwchep</a>
24 Jan 12 » kfsxrttOl
Your story was raelly informative, thanks!
24 Jan 12 » uOQdKxsyeveQe
That insight would have saved us a lot of effrot early on.
Formulir Suara Warga







Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan . Pengelola berhak mengubah/menghapus kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan