Srawung Gunungkidul
Jalan Kedungpoh Kidul RT 3 RW I Kedungpoh, Nglipar, Gunungkidul. 55812
Ketua
Sutejo
Sekertaris
Diah Nurhikmah
Bendahara
Maryanti
Koordinator Bidang PBA (Pusat Belajar Anggaran)
Suratman
Koordinator Bidang PAA (Pusat Analisis Anggaran)
Ngatillah
Koordinator Bidang PaDA (Pusat Advokasi Anggaran)
Abdull Rokhim
Koordinator Bidang PITA (Pusat Informasi dan Transparansi Anggaran)
Suratimin
Koordinator Bidang Kajian dan Riset
Parsito
Sarana Rembug Antar Warga Untuk Gunungkidul atau SRAWUnG pada mulanya adalah himpunan berbagai kelompok masyarakat sipil di Kabupaten Gunungkidul. Ada kelompok petani, nelayan, kelompok tani pinggir hutan, kelompok perempuan, kelompok petani perempuan, penggiat radio komunitas dan sebagainya yang kesemuanya memiliki semangat menjalin sinergitas.
Spirit membangun sipirit antar kelompok itu melahirkan SANGGAR, yang merupakan kependekan dari Sarana Ngerti Anggaran dengan visi mendorong perbaikan proses perencanaan dan penganggaran daerah agar menjadi lebih terbuka, informative, dan partisipatif. SANGGAR dideklarasikan pada tanggal 6 Februari 2010 oleh perwakilan dari kelompok masyarakat yang merupakan representasi dari beberapa kecamatan di Gunungkidul. SANGGAR menetapkan pemenuhan hak dasar warga dan kepentingan publik dengan prinsip tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan sendiri sebagai target strategis organisasi. SANGGAR menjadi wadah yang menyediakan ruang untuk belajar dan mengerti tentang proses perencanaan dan penganggaran.
Melalui SANGGAR, siapapun yang terlibat didalamnya akan mengetahui bagaimana terlibat dalam perencanaan pembangunan mulai dari desa sampai dengan kabupaten, bagaimana memperoleh informasi anggaran dengan mudah dan sederhana, bagaimana bisa melakukan analisis usulan musrenbang dan analisis anggaran, serta bagaimana bisa melakukan advokasi anggaran.
Pengelola SANGGAR:
PITA : Pak Suratimin,wakil bu Erma
PBA : Pak Suratman,wakil Sri Purwanti
PAA : Pak Tejo, Bu Sri rahayu,Bu Paryanti
PADA : Bu Sri Rujiyati, Bu Ngadilah, Mas Paryo
Target SANGGAR sebagaimana yang dirumuskan sendiri oleh warga/komunitas adalah;
- Analisis APBD secara rutin per tahun 2010, 2011
- Memperbaiki proses Musrenbang desa dan kecamatan sudah ada integrasi perencanaan musrenbang dengan PNPM
- Mempublikasikan hasil analisis dengan menggunakan media yang ada dan sederhanaà rakom, radio, kesenian, koran, dll.
- Menularkan ilmu / kapasitas analisis dan advokasi perencanaan dan penganggaran.
Sejak bulan Februari, SANGGAR bekerjasama dengan IDEA menyelenggarakan beberapa kegiatan diantaranya pelatihan dan magang proses perencanaan penganggaran. Dari kedua kegiatan tersebut SANGGAR terus mengembangkan jaringan dengan merangkul alumnus-alumnus pelatihan dan magang untuk menjadi anggota SANGGAR. Setelah melaksanakan serangkaian kegiatan pelatihan dan magang, selanjutnya SANGGAR bekerjasama dengan IDEA meyelenggarakan Monitoring partisipatif pelayanan publik berbasis komunitas.
Seiring dengan berjalannya waktu, anggota SANGGAR semakin beragam, tidak hanya kelompok yang mempunyai fokus isu advokasi anggaran, melainkan beragam isu, mulai dari isu pertanian, isu kesehatan, isu desa, isu perempuan, isu lingkungan dan isu kehutanan. Dengan berdasar pada keberagaman tersebut maka SANGGAR bersepakat untuk mengubah nama wadah tersebut menjadi “SRAWUnG” yang merupakan kependekan dari “Sarana Rembug Antar Warga Untuk Gunungkidul”. Dengan nama yang baru ini, diharapkan kepentingan advokasi yang diusung oleh masing-masing kelompok yang tergabung dalam “SRAWUnG” bisa terwadahi, tidak hanya isu advokasi anggaran. Akan tetapi target utama “SRAWUnG” tetaplah 1) mendorong perbaikan proses perencanaan penganggaran, 2) mendorong pemenuhan hak dasar warga masyarakat melalui APBD, 3) mendorong peningkatan alokasi anggaran langsung, 4) melakukan analisis anggaran, advokasi anggaran dan monitoring mulai dari proses awal hingga pelaksanaan anggaran persektor.
Kelompok – kelompok yang telah bergabung dalam “SRAWUnG” terdiri dari: KOMPAG, FPP, ELPers, JKPGK, KPM, Kelompok PerempuanAktivitas yang sudah dilakukan :
- PBA (Pusat Belajar Anggaran): Sudah menyelenggaran 5 kali Pelatihan dan 5 kali Magang Anggaran kepada kelompok masyarakat yang ada di Gunungkidul. SRAWUnG bekerjasama dengan IDEA Jogjakarta yang diminta sebagai Fasilitator pelatihan dan magang tersebut.
- PAA (Pusat Analisis Anggaran): Selama proses pelatihan dan maggang, anggota SRAWUnG sudah belajar melakukan analisis dokumen APBD Gunungkidul tahun 2009 dan APBD 2010.
- PaDA (Pusat Advokasi Anggaran): SRAWUnG terlibat dalam proses pengawalan penyusunan Perda Perencanaan Penganggaran Daerah Kabupaten Gunungkidul.
- Kajian dan Riset: SRAWUnG melakukan monitoring pelayanan publik berbasis masyarakat di 5 sektor yaitu sektor Pertanian, sektor Pendidikan, sektor Administrasi Kependudukan, sektor Kesehatan, dan saat ini sedang menjalankan monitoring untuk sektor Infrastruktur.
- PITA (Pusat Informasi dan Transparansi Anggaran): Menyelenggarakan workshop hasil monitoring pelayanan publik berbasis komunitas di sektor pertanian dan kesehatan.

